Sebanyak 110 KDMP di Kabupaten Halut dilaporkan telah memiliki lahan untuk dibangun gerai. Sementara masih terdapat enam KDMP yang belum memiliki lahan.
Ternate, SALOI.ID
Proses percepatan Koperasi Desa atau Koperasi Kelurahan Merah Putih (KDMP/KKMP) di Kabupaten Halmahera Utara (Halut), Provinsi Maluku Utara, terus digenjot.
Oleh pemerintah kabupaten (Pemkab) setempat, percepatannya saat ini memasuki proses pembangunan kantor, gerai dan gudang dimana sebagian besar atau sudah lebih dari 50 persen KDMP setempat, dilaporkan telah resmi memiliki lahan untuk dibangun.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Halut, Rizal Hamanur pada SALOI.id mengatakan, saat ini sudah 110 KDMP yang telah memiliki lahan.
“Rata-rata lahannya milik desa dengan ukuran variatif antara 500 hingga 1.000 meter persegi,” ucap Rizal yang dihubungi via WhatsApp, Sabtu (17/06/2026) malam.
Dikatakan, dari jumlah 110 tersebut, 92 lahan merupakan aset desa yang rata-rata sudah memiliki dokumen resmi surat tanah maupun sertifikat.
Sementara sisanya, tiga lahan merupakan aset milik KDMP, dua milik kepala desa tiga milik warga dam tiga merupakan hibah dari masyarakat.
“Ada pula tujuh aset pemerintah yang akan digunakan. Untuk aset-aset tersebut saat ini dalam proses untuk hibah,” ungkap mantan Camat Loloda Kepulauan itu.
Untuk proses pembangunan fisik kantor, gudang atau gerai KDMP sendiri, lanjut Rizal, saat ini sebagian telah dilakukan yang pengerjaannya oleh pihak ketiga yang diawasi Satgas percepatan.
Secara umum, imbuh Rizal, lahan yang akan dibangun itu sendiri terletak pada posisi strategis dan sudah ada jaringan listrik serta akses jalan.
“Untuk akses jalan sebagian besar sudah hotmix. Termasuk ketersediaan sinyal telepon yang cukup baik dan memiliki sarana air bersih baik berupa PDAM maupun sumur pompa,” katanya.
Sementara itu, sebagian KDMP saat ini masih dalam proses untuk mendapatkan lahan. Namun ada juga enam KDMP yang belum memiliki lahan.
“Semuanya dalam proses. Yang pasti, Pemkab targetkan di tahun 2026 akan ada sedikitnya 110 KDMP yang miliki gerai maupun gudang serta kantor untuk menjalankan aktivitas usahanya,” pungkas Rizal. (fm)

