irid malut
Infografis Indeks Resiko Iklim desa-desa di Provinsi Maluku Utara.

34 Desa di Malut Resiko Iklimnya Berstatus Tinggi, tak ada di 3 Daerah

Ternate, SALOI.ID

Indeks Risiko Iklim Desa (IRID) merupakan suatu ukuran komposit yang merepresentasikan tingkat kerentanan suatu desa terhadap dampak perubahan iklim secara relatif.

IRID sendiri berfungsi sebagai alat diagnostik untuk mengidentifikasi tingkat risiko iklim sekaligus basis perencanaan untuk meningkatkan ketahanan Desa.

Dimensi IRID

IRID sendiri dikonstruksi berdasarkan empat dimensi utama, yakni paparan (exposure), sensitivitas (sensitivity), bahaya (hazard) dan kapasitas adaptif (adaptive capacity).

Keempat dimensi ini memiliki kontribusi yang setara, masing-masing sebesar 25 persen terhadap nilai IRID akhir.

Dimensi paparan merefleksikan kondisi bawaan desa yang bersifat relatif statis, seperti kepadatan penduduk dan karakteristik topografi.

Dimensi sensitivitas mencerminkan kerentanan sosial ekonomi dan pola hidup masyarakat yang dapat mempengaruhi dampak perubahan iklim.

Dimensi ini terdiri dari tujuh indikator, termasuk sumber air minum, tingkat kemiskinan, sumber penghasilan utama, serta kebiasaan sanitasi dan pengelolaan sampah.

Baca pula:  35 Desa di Malut akan Teraliri Listrik, 9 Desa bakal Nyala 24 Jam

Dimensi bahaya merepresentasikan esensi ancaman iklim dengan memproyeksikan potensi multi bahaya hidrometeorologi (seperti banjir, tanah longsor, kekeringan, dan kebakaran hutan dan lahan) berdasarkan analisis baseline dan prediksi kondisi ekstrem.

Lalu dimensi kapasitas adaptif mengukur ketersediaan infrastruktur dan kelembagaan pendukung untuk beradaptasi. Dimensi ini mencakup 13 indikator, seperti keberadaan fasilitas kesehatan dan pendidikan, akses ke kredit dan perbankan, kualitas infrastruktur jalan dan komunikasi, serta partisipasi dalam jaminan kesehatan.

Secara konseptual, tiga dimensi yang disebutkan pertama (paparan, sensitivitas, dan bahaya) bersifat searah dengan tingkat risiko, di mana nilai indeks yang lebih tinggi mengindikasikan risiko iklim yang lebih besar.

Sebaliknya, dimensi kapasitas adaptif memiliki hubungan terbalik dengan risiko. Kapasitas adaptif yang tinggi justru menurunkan kerentanan suatu Desa.

Oleh karena itu, dalam perhitungan IRID, nilai indeks kapasitas adaptif (IKA) perlu diinversi terlebih dahulu menjadi (100-IKA) agar searah dengan tiga dimensi lainnya.

Nilai Klaster Status Resiko

Nilai IRID yang berkisar antara 0 hingga 100 selanjutnya diklasifikasikan ke dalam lima klaster status risiko.

Baca pula:  Pala, Komoditas Penopang Desa Wailoa yang (masih) "Jauh dari Sentuhan”

Suatu desa dianggap memiliki ketahanan iklim yang memadai jika nilai IRID-nya tidak lebih dari 30,00000, yang berkategori sangat rendah (0-15,00000) atau rendah (15,00001-30,00000).

Nilai IRID yang lebih tinggi mengindikasikan risiko agregat yang lebih besar dari berbagai dimensi.

banner
WhatsApp Channel SALOI.ID