3 Kelompok Tani Desa Dehegila Terima Bantuan Program Ketapang

3 Kelompok Tani Desa Dehegila Terima Bantuan Program Ketapang
Penyerahan bantuan Program Ketahanan Pangan (Ketapang), kepada tiga kelompok tani hortikultura Desa Dehegila, Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai. (Foto: Istimewa)

Tiga kelompok tani Desa Dehegila terima bantuan program Ketapang atau Ketahanan Pangan dari pemerintah desa setempat dan TPK berupa benih, pupuk, obat-obatan dan peralatan pertanian.

Ternate, SALOI.ID

Kepala Desa Dehegila, Sahbudin Surabi didampingi Tim Pelaksana Kegiatan (TPK), Muhammad Trisno Lalopa dan Faisal Hajimat, menyerahkan bantuan Program Ketahanan Pangan (Ketapang), kepada tiga kelompok tani Hortikultura, Minggu (19/10/2025).

Proses penyerahan bantuan program ketahanan pangan berupa bibit cabai, tomat, sayur-sayuran dan jagung hingga puluhan karung pupuk dan obat-obatan ini bertempat di kantor Desa Dehegila, Kecamatan Morotai Selatan (Morsel), Kabupaten Pulau Morotai (Pulmor).

Selain itu, terdapat juga puluhan peralatan dan atau perlengkapan alat-alat pertanian lainnya berupa alat semprot, selang air dan masih banyak lagi.

Kepala Desa Dehegila, Sahbudin Surabi sebagaimana dilansir dari halmaheraraya.id mengatakan, saat ini pihaknya dan tim TPK fokus pada program ketahanan pangan sektor pertanian khususnya penanaman hortikultura berupa cabai, tomat, sayur-sayuran dan jagung manis.

“Penyerahan bantuan juga sekaligus disertai dengan puluhan peralatan atau alat bantu petani yang bertujuan untuk memudahkan para kelompok tani saat melakukan perawatan,” tuturnya.

Baca pula:  Ini Status IDM 2024 setiap Desa di Kabupaten Pulau Taliabu

Sahbudin menambahkan, untuk tahun 2025 ini total keseluruhan anggaran dari dana desa sebesar 120 juta rupiah.

“Yang keseluruhannya diarahkan ke sektor pertanian yaitu bidang hortikultura yang terdiri dari tiga kelompok dan beberapa perseorangan,” ungkapnya.

Sementara menurut Ketua Tim Pelaksana Kegiatan, Muhammad Trisno Lalopa, total keseluruhan lahan yang sudah diolah atau diproduksi itu kurang lebih lima hektar.

“Kedepannya, kami akan mengupayakan untuk menambah luas lahan dan semua kebutuhan petani, serta melakukan pengawalan dan pendampingan untuk mewujudkan misi swasembada pangan di pulau morotai, atau khususnya di desa dehegila,” tandas Trisno. (fm)

banner
WhatsApp Channel SALOI.ID