Melihat peluang pasar, petani dan pemuda Waci secara gotong royong, memanfaatkan lahan desanya untuk ditanami berbagai jenis tanaman hortikultura yang memiliki nilai jual sekaligus membangun ketahanan pangan di wilayahnya.
Ternate, SALOI.ID
Sejumlah pemuda dan petani di Desa Waci, Kecamatan Maba Selatan, Kabupaten Halmahera Timur (Haltim), dilaporkan tengah beraktivitas menanam sayuran di lahan pertanian desa.
Kegiatan ini menjadi bagian upaya warga dalam mengembangkan sektor pertanian sebagai sumber penghidupan utama dengan memanfaatkan lahan di desanya.
Komoditas yang dibudidayakan antara lain cabai dan berbagai jenis sayuran hortikultura yang memiliki nilai jual di pasar lokal Maba hingga Buli.
Sekitar 1.200 pohon tomat, 600 tanaman cabai serta ratusan benih sayuran bayam dan sawi telah ditanam yang ditargetkan dipanen dalam beberapa bulan kedepan.
“Yang saat ini ditanam adalah bibit sayuran di atas lahan yang menggunakan mulsa plastik perak,” kata sang inisiator kelompok tani, M Rifai Abbas pada SALOI.ID melalui pesan WhatsApp, Rabu (04/02/2026).
Pemilihan metode tanam yang diterapkan tersebut, tentu punya alasan untuk menjaga kelembaban tanah, menekan pertumbuhan gulma dan meningkatkan produktivitas dan kualitas tanaman.
Sektor pertanian di Desa Waci, kata Rifai, terus alami perkembangan. Kerjasama dan gotong royong menjadi faktor penting dalam pengelolaan lahan pertanian di wilayahnya itu.
Meski dihadapkan pada keterbatasan sarana dan kondisi cuaca yang tidak menentu, para petani tetap berupaya mengoptimalkan lahan yang ada.
“Kalau dikerjakan bersama-sama, pekerjaan jadi lebih ringan. Kami juga mulai menerapkan cara tanam yang lebih baik supaya hasil panen maksimal,” kata alumni Program Studi Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Unkhair itu.
Pria yang juga mantan Presiden BEM Fakultas Pertanian tersebut juga menyebutkan, hasil pertanian tersebut tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga petani tetapi juga mendukung ketahanan pangan desa.
Namun, dibalik kerja keras para pemuda dan petani muda itu, terselip harapan agar usaha “kecil” mereka tidak “berjuang” sendirian melainkan beriringan dengan atensi pemerintah setempat.
“Kami berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian lebih kepada petani kecil terutama dalam penyediaan bantuan bibit dan kemudahan akses pasar,” pungkasnya penuh harap. (rud/fm)
Naskah: Rudi Ruhiat
Penyunting: Fahmi Dj

